Jumat, 23 Mei 2014

My father is my hero, May in which you were born and you're back to Allah SWT

Teringat disaat siang hari itu suara gemuruh yang begitu keras terdengar, aku lari tapi apa yang lihat, aku yg melihat kau terkulai lemas dibawah lantai, kau merasakan kesakitan, aku yang panik dan harus tetap terjaga saat itu, aku yg selalu disampingmu membawamu ke klinik terdekat,
Saat itu keadaanmu masih sadar, aku bertanya kepadamu "papah apa yang sakit ? Papah badannya sakit ?" Tapi kau menjawab "ngga sakit" ketika dokter itu bertanya "bapak kepalanya sakit ?" Kau malah menjawab "iya", kenapa kau lakukan itu? Seakaan kau tidak mau membuat aku khawatir,
Saat itu aku tidak bisa berbuat apa-apa yang hanya bisa aku lakukan menunggu sampai mama datang, kau ingin memejamkan mata,tapi aku masih ingin berbicara padamu, aku terus berusaha untuk membuka matamu "papah buka matanya, papah ga boleh nutup matanya" tatapan mata itu seolah ada yang ingin kau ingin sampaikan.

Beberapa menit kemudian seluruh badanmu kejang mungkin kau merasakan sakit itu,benturan yang membuatmu terluka didalam, hingga kubawa kau ke RS disepanjang perjalanan kau meregang ke sakitan,sampai ku hantar kau ke dalam ruang gawat darurat,matamu sudah menutup, saat ku dengar dari dokter bahwa keadaanmu sudah tidak sadarkan diri, hanya 15% nyawamu masih seperti kami, aku hanya mencoba menenangkan mama, aku mencoba kuat, aku berusaha yakin,kau akan kembali sadar.
Sepanjang kau menutup matamu air matamu masih menetes saat kubacakan ayat2 Al-Quran dan doa ditelingamu,kubisikan "papah pasti kembali sadar, aku sayang papah, papah ga boleh tinggalin aku papah harus kuat" aku seakan berharap kau kembali kepada kami, semua keluarga berusaha mencari tempat Rumah Sakit yang terbaik, sampai detik2 disaat kau akan dibawa untuk scan kepala dengan mengeluarkan uang yang tidak cukup sedikit, kau meregang kesakitan, kau mencoba berbicara aku tahu kau berusaha memberitahu,tidak ada lagi yang harus dilakukan semua akan kembali,seakan kau tidak mau menyusahkan kami, semua persiapan sudah siap.
Baru beberapa menit dokter ituu memanggil semua keluarga, dengan menggunakan alat detak jantung dokter berusaha tapi ini jawaban dari Yang maha kuasa, ini yang terbaik untukmu,tepat pukul 22.45 tengah malam saat dokter ituu bicara "bapak sudah meninggal, sudah tidak ada denyutnya lagi" انا لله وانا اليه راجعون Ya Allah seperti detak jantung ini berhenti sejenak, tidak ada 1 kata yang aku keluarkan, hanya air mata yang saat itu bisa keluar, hatiku sakit lebih sakit dari apa yang selama hidup aku rasakan,semua badanku kaku serasa ingin ikut bersamamu, masih banyak hal yang belum sempat aku ucapkan untukmu dimana Bulan ini ada bulan kau terlahir tapi bulan ini ada bulan kau kembali, Sempat aku berfikir kenapa Allah mengambil nyawamu kenapa tidak nyawaku, kau orang yang baik, tapi aku ingat kau, aku tahu Allah sayang padamu, aku tahu Allah tahu mana yang terbaik, dan aku ingat masih ada 1 orang lagi yang harus ku jaga, aku mencoba bangkit, ku sebut nama Allah aku mencoba menenangkan diri.

Sampai pada aku hantarkan kau kamar jenazah,aku melihat kau kembali, sungguh berat hati ini ketika aku harus mengantar kau kerumah dimana ituu tempat terakhir kau tinggal bersama aku dan mama,aku mencoba kuat ketika aku berada dimobil jenazah, ketika kau terbaring diam dengan seluruh badanmu kaku, dibalut dengan kain kafan berwarna putih dengan wajahmu yang hanya bisa kulihat, aku temani kau sampai fajar datang, ku bacakan kembali Doa-doa agar kau merasa tenang, tapi hati ini tidak bisa berbohong aku sakit ketika kembali aku harus mengantarkan ke tempat peristirahatanmu terakhir,dimana disana jasadmu terbaring tapi aku merasa jiwamu masih menjagaku,
Aku mencoba kuat ketika semua tanah menutup jasadmu, kembali badan ini terasa kaku saat itu aku tersadar hanya aku harapan satu-satunya saat ini untuk mama dan kau, aku harus jauh lebih kuat, semua akan kembali, semua akan mati, mungkin saat ini aku belum siap jika hidup tanpa seorang ayah, aku belum siap untuk menjaga mama sendiri.
Banyak harapan aku bersamamu, harapan dimana aku bisa membelikan rumah untuk PAPA dan MAMA, harapan dimana PAPA dan MAMA bisa menjadi saksi ketika aku di wisuda nanti dan ketika aku dipinang oleh seseorang yang insya Allah itu jodohku, aku ingin kau menimang anak yang itu adalah cucumu, tapi harapan itu seolah tidak bisa aku rasakan menjadi nyata, harapan itu hanya bisa kau lihat dari sana.
Aku tidak mau mengecewakanmu lagi PAPA doakan aku selalu disana, doakan semoga semua harapan, impian dan cita-citaku bisa tercapai, jaga aku dan mama dari sana, Allah punya rencana lain suatu saat nanti ijinkan aku bertemu denganmu lagi ditempat yang lebih indah dan kita akan bersama lagi .. 
KAU ADALAH AYAH YANG TERBAIK

Terimakasih PAPAH, 
atas sebuah kesabaran yang selalu ada saat aku banyak meminta 
dan 
aku yang tak dapat memberi apa-apa

YA ALLAH, 
kuatkanlah hatiku, 
jernihkanlah pikiranku, 
mampukan aku berlaku sabar 
dan 
jadikanlah lelahku untuk kebahagiaan keluargaku. 
Aamiin

1 komentar:

  1. Yang baca aja sampai sedih, apalagi yang merasakannya. Luar biasa, kamu wanita yang kuat, dan tegar. Aku salut sama kamu, yang terpenting ini semua tidak membuat kamu menjadi lemah, justru ini semua yang membuat hidup kamu lebih bermakna dan kuat. Aku bisa merasakan apa yang kamu rasakan. Seandainya saja aku bisa menjadi bagian dari hidup kamu, yang bisa berguna dan membahagiakan kamu apapun itu.

    Tetap semangat menjalani hidup, terkadang semua apa yang kita cintai dan kita miliki didunia ini hanyalah sesaat, melainkan Allah lah yang Kekal nan Abadi.

    BalasHapus

Silhakan Tinggalkan pesan di sini